SISTEM
EKONOMI
Sistem
perekonomian merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan suatu bangsa,
karena sistem yang dianut menjadi panduan kemana perekonomian akan dibawa.
Pengertian
sistem adalah :
- Secara etimologis dari bahasa Latin “systema” dan bahasa Yunani “sustema” artinya satu kesatuan yang terdiri dari komponen dan elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
- Secara umum, sistem adalah sekelompok elemen yang berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dimana bentuk sistem bisa apa saja dan berada dimana saja
Didalam
kehidupan terdapat adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
yang akhirnya memunculkan sistem ekonomi.
Pengertian
sistem ekonomi :
- Adam Smith (1981), sebagai bapak ekonomi mendefinisikan sistem ekonomi merupakan mempelajari upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
- Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.
- Gunadi (1985), sistem ekonomi adalah sistem ekonomi adalah sistem sosial atau kemasyarakatan dalam rangka mencapai kemakmuran.
Secara
umum sistem ekonomi adalah bagian dari tata kelola negara dalam menjalankan
funsinya dalam bidang ekonomi dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyatnya.
Macam-macam
perekonomian indonesia dibagi menjadi 5, yaitu :
A. SISTEM
EKONOMI TRADISIONAL
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi
yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya
mengandalkan alam dan tenaga kerja.
`
Ciri dari
sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik
produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.2. Hanya sedikit menggunakan modal.
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
4. Belum mengenal pembagian kerja.
5. Masih terikat tradisi.
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
·
Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan
antar individu sangat erat.
·
Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban
berat yang harus dipikul.
·
Tidak individualistis.
Kelemahan
dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi
yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
2. Mutu barang
hasil produksi masih rendah.
Pada zaman
sekarang sistem ekonomi tradisional sudah tidak lagi digunakan, namun di
beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan
dalam kehidupan sehari hari.
B. Sistem
Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem
ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai
dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme
pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An
Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari
sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang
bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
2. Setiap orang
bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
3. Aktivitas
ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
4. Semua
aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
5. Pemerintah
tidak melakukan intervensi dalam pasar.
6. Persaingan
dilakukan secara bebas.
7. Peranan
modal sangat vital.
Kebaikan
dari sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan
inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2. Setiap individu
bebas memiliki sumber-sumber produksi.
3. Munculnya
persaingan untuk maju.
4. Barang yang
dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku
dipasar.
5. Efisiensi
dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif
mencari laba.
Kelemahan
dari sistem ekonomi antara lain:
1.
Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
2.
Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para
pemilik modal.
3.
Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena
kesalahan alokasisumber daya oleh individu.
C. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem
ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan
dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah
menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode
bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut
diproduksi.
Ciri dari
sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat
dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.
2. Hak milik
perorangan tidak diakui.
3. Tidak ada
individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan
perekonomian.
4. Kebijakan
perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Kebaikan
dari sistem ekonomi terpusat adalah:
1. Pemerintah
lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya.
2. Pasar barang
dalam negeri berjalan lancar.
3. Pemerintah
dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
4. Relatif
mudah melakukan distribusi pendapatan.
5. Jarang
terjadi krisis ekonomi.
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
1. Mematikan
inisiatif individu untuk maju
2. Sering
terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat
tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
D. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana
pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari
sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan
gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.
2. Barang modal
dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
3 Pemerintah
dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran
pemerintah dan sektor swasta berimbang.
Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi
berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat.
E. Sistem Ekonomi Kerakyatan
Sistem Ekonomi
Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan,
berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan
sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.
syarat mutlak
berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial :
- Berdaulat di bidang politik
- Mandiri di bidang ekonomi
- Berkepribadian di bidang budaya
Yang mendasari
paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial
- Penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi
- Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural
- Pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tingg
HUBUNGAN SISTEM POLITIK DENGAN SISTEM
EKONOMI
Sistem politik dan
sistem ekonomi merupakan hal penting dalam tatanan suatu bangsa. Ada yang
mengatakan bahwa sistem politik dan sistem ekonomi dianggap sebagai dua sisi
mata uang yang berbeda,tetapi menurut saya tidak setuju dengan hal tersebut,
karena sistem politik dan sistem ekonomi memiliki struktur yang sama sehingga
saling melengkapi dan mendukung. Dimana politik juga menentukan sistem ekonomi,
misalnya sistem pemerintah demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Demokrasi
tidak akan tegak tanpa ekonomi liberal, ekonomi liberal pun tidak akan tegak
tanpa demokrasi. Umumnya, semakin maju ekonomi suatu negara maka akan semakin
liberal sistem ekonominya dan disertainya sistem politik kearah demokrasi.
Dimana kedua sistem tersebut memiliki prinsip yang sama
Daftar
pustaka :
·
Suroso, P C.
1994. Perekonomian Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
·
Swasono, Sri
Edi. 1985. Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi. Jakarta: Universitas
Indonesia(UI-Press)