Minggu, 11 Desember 2016

TUGAS 7


BISNIS INTERNASIONAL
“Persaingan Bangladesh dan Cina Dalam Perdagangan Tekstil”
Bisnis internasional adalah kegiatan transaksi bisnis diantara dua negara atau lebih dengan mencakup kegiatan antar pemerintah maupun perusahaan swasta (Ricky W. Griffin dan Michael W. Pustay, 2012). Kegiatan tersebut merupakan salah satu peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup suatu negara. Hal tersebut dapat dijaga dengan melakukan perdagangan antar negara. Dengan berdagang, suatu negara dapat mengekspor produk. Produk yang diekspor harus memiliki kualitas baik dan harga yang sesuai dengan pasar. Hal itu menyebabkan munculnya persaingan antar negara pengekspor.
Persaingan ini terjadi antara Bangladesh dan Cina dalam mengekpor produk tekstil. Kedua negara tersebut menjadikan Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai pasar impor mereka. Pada saat MFA (Multi-Fiber Agreement) menentukan jumlah kuota produk tekstil setiap negara pengekspor, terjadi penahanan produk tekstil terhadap beberapa negara. Negara cina menjadi salah satu negara yang ditahan. Hal itu membuat jumlah kuota produk yang diekspor menjadi turun. Namun, penentuan jumlah kuota tersebut mampu dimanfaatkan oleh Negara Bangladesh. Dengan dibuktikan ekspor produk tekstil dari Negara Bangladesh naik dari 2006 hingga 2008.
Peningkatan jumlah ekspor produk tekstil yang dialami Negara Bangladesh, membawa keuntungan bagi Negara Bangladesh. Keuntungan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak dimiliki oleh Negara Cina. Pertama, biaya tenaga kerja Negara Bangladesh lebih rendah yang hampir setengah upah minimum di Negara Cina. Kedua, memiliki jaringan baik dengan pemasok bahan bagi produsen. Ketiga, Negara Bangladesh menjadi andalan bagi importir barat. Sehingga menjadikan importir barat tidak bergantung kepada Negara Cina.

  • Griffin, R. W., & Pustay, M. W. (2012). International business. Pearson Higher Ed.
  • Hill,Charles W.L, Chow-How Wee dan Udayasankar, Krishna. 2014. Bisnis Internasional. Jakarta: Salemba Empat.

TUGAS 6

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah laporan penyampaian informasi yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha dalam jangka waktu tertentu (Harahap, 2009). Informasi tersebut digunakan pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan keputusan-keputusan ekonomi. Keputusan tersebut berupa transaksi. Kemudian transaksi itu dilaporkan dalam laporan keuangan. Dimana laporan keuangan dibagi menjadi lima jenis yaitu neraca, laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan neraca adalah laporan yang menyajikan tiga komponen neraca. Komponen pertama berupa aset yang merupakan sumber operasi perusahaan yang dijalankan. Komponen kedua yaitu kewajiban berupa hutang-hutang perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi. Komponen ketiga adalah modal yang merupakan ekuitas yang berasal dari pemilik perusahaan. Ketiga komponen tersebut harus disusun secara sistematis
Laporan laba rugi adalah laporan yang berisi semua perkiraan. Perkiraan tersebut berupa pendapatan dan beban. Data pendapatan adalah hasil dari usaha perusahaan. Apabila beban sebagai pengeluaran operasional perusahaan. Selisih dari dua perkiraan tersebut digunakan sebagai penentu laba atau rugi.
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menyajikan ekuitas suatu perusahaan dalam satu periode. Laporan ini mengandung unsur modal awal, prive dan laba rugi. Unsur tersebut menyediakan latar belakang dari pola aliran dana. Hal tersebut menunjukan asal dan cara kas diperoleh. Sehingga akan terlihat perubahan modal awal menjadi modal akhir.
Laporan arus kas merupakan tolak ukur kemampuan perusahaan dalam pemanfaatan arus kas yang mereka miliki. Tolak ukur tersebut menjadi bagian pokok dalam aktivitas perusahaan. Aktivitas itu berupa transaksi-transaksi yang dilakukan selama satu periode. Transaksi yang dilaporkan mengenai pelaporan sumber, penggunaan, dan kenaikan atau penurunan bersih kas. Setelah transaksi dilaporkan, maka tahap terakhir melakukan kegiatan pencatatan atas semua laporan yang telah dibuat.

Harahap, S. S. (2009). Analisis Kritis Laporan Keuangan, Cetakan Ketiga, edisi 1. Raja GrafindoPersada, Jakarta.