Minggu, 28 Juni 2020

AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF

MINGGU 12

Terdapat 7 teknik audit, jelaskan masing-masing teknik tersebut :

1.      Memeriksa fisik - physical examination
Memeriksa fisikphysical examination lazimnya di artikan sebagai penghitungan uang tunai baik dalam rupiah atau asing, kertas berharga, persediaan barang, asset tetap, barang berwujud dan lainya.Untuk audit investigatif penulis tidak membedakan pemeriksaan fisik dan pengamatan. Dalam kedua taknik ini investigator menggunakan indranya untuk mengetahui atau memahami sesuatu.

2.      Meminta konfirmasi – confirmation
Meminta informasi baik lisan maupun  tertulis kepada audit. Merupakan prosedur yang biasa dilakukan auditor. Sepeti dalam audit, juga dalam audit investigatif. Permintaan informasi juga harus dibarengi. Diperkuat atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain. Meminta konfirmasi adalah meminta pihak lain (dari yang diaudit investigatif) untuk menegaskan kebenaran atau ketidak benaran suatu informasi.

3.      Memeriksa dokumen – documentation
Tidak ada investigatif tanpa pemeriksaan dokumen. Hanya saja dengan kemajuan teknologi, definisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah, disimpan dan dipindahkan secara elektronik.

4.      Riview analitikal - analyic review atau analitycal review
Dalam review analitikal yang penting bukanlah perangkat lukannya tetapi semangatnya.ada bermacam-macam variasi dari teknik review analitikal, namun semuanya didasarkan atas perbandingan antara apa yng dihadapi dengan apa yang layaknya harus terjadi, dan harus menjawab sebabnya kesenjangan.

5.      Meminta informasi lisan atau tertulis dari auditee (inquiries of the auditee)
Permintaan informasi meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Permintaan informasi tersebut biasanya ditujukan kepada manajemen atau karyawan, umumnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang timbul setelah dilaksanakannya prosedur analitis atau permintaan keterangan yang berkaitan dengan keusangan persediaan atau piutang yang dapat ditagih. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada pihak eksteren, seperti permintaan keterangan langsung kepada penasehat hokum klien tentang kemungkinan hasil litigasi. Hasil permintaan keterangan dapat berupa bukti lisan atau bukti dalam bentuk representasi tertulis.

6.      Menghitung kembali – reperformance
Dua aplikasi yang paling umum dari perhitungan adalah perhitungan fisik sumber daya berwujud seperti jumlah kas dan persediaan yang ada, dan akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak. Yang pertama menyediakan cara untuk mengevaluasi bukti fisik tentang jumlah yang ada, sedangkan yang kedua dapat dipandang sebagai penyediaan cara untuk mengevaluasi pengendalian internal perusahaan melalui bukti yang objektif tentang kelengkapan catatan akuntansi. Teknik perhitungan ini menyediakan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi dari prosedur perhitungan.

7.      Mengamati – observation
Pengamatan (observing) berkaitan dengan memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan beberapa kegiatan atau proses. Kegiatan dapat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan. Pengamatan terutama penting untunk memperoleh pemahaman atas pengendalian internal. Auditor juga dapat mengamati kecermatan seorang karyawan klien dalam melaksanakan pemeriksaan tahunan atas fisik persediaan. Pengamatan yanf terakhir ini memberikan peluang untuk membedakan antara mengamati dan menginspeksi.


Apa yang dimaksud dengan :
1.             Net worth method
Net Worth Method adalah metode yang digunakan untuk menelusuri penghasilan yang belum dilaporkan oleh wajib pajak. untuk audit investigatif pajak, ingin membuktikan (1)adanya  PKP yang belum dilaporkan oleh Wajib Pajak. Untuk organized crime yang ingin dibuktikan adalah (2)terdapatnya penghasilan yang tidak sah, melawan hukum, atau illegal income.

2.             Expenditure method
Expenditure Method adalah metode yang jejak-jejak arus uang.Expenditure method dimaksudkan untuk menentukan unreported taxable income. Unreported taxable income lebih cocok untuk para Wajib Pajak yang tidak mengumpulkan harta benda, tetapi mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar (mewah). Lih tabel 14.3 Rumus untuk menghitung illegal income (ii) dengan EM lebih sederhana daripada perhitungan Unreported taxable income, yaitu :
ii = expenditures – penghasilan dari legal sources.

Rabu, 18 Maret 2020

AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF

LEMBAGA-LEMBAGA PENGUKURAN KORUPSI INTERNASIONAL

1. CPI (Corruption Perception Index)

Transparency International, sebuah organisasi internasional yang bertujuan melawan korupsi banyak mempublikasikan hasil survei terkait korupsi. Termasuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Sebuah publikasi tahunan yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi atau anggapan publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politik.
Jakarta, 29 Januari 2019 Transparency International kembali merilis Corruption Perception Index yang ke-23 untuk tahun pengukuran 2018. CPI 2018 mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik di 180 negara dan teritori. Penilaian CPI didasarkan pada skor. Skor dari 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.
Pada CPI 2018 ini mengungkapkan bahwa terjadi dekadensi /kemerosotan dalam upaya pemberantasan korupsi oleh sebagian besar negara. Lebih dari 2/3 negara yang disurvei berada di bawah skor 50 dengan skor rata-rata global 43. Sejak 2015, rerata skor CPI secara global mengalami stagnasi di angka 43.
Indonesia untuk kesekian kalinya juga turut serta menjadi salah satu negara yang dinilai. “CPI Indonesia tahun 2018 berada di skor 38 dan berada di peringkat 89 dari 180 negara yang disurvei. Angka/skor ini meningkat 1 poin dari tahun 2017 lalu. Hal ini menunjukkan upaya positif antikorupsi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, baik itu Pemerintah, Komisi Pemberantasan Korupsi, kalangan bisnis dan juga masyarakat sipil.
Dari CPI 2018, dapat dilihat bahwa, peningkatkan secara signifikan kemudahan berbisnis memang akan meningkatkan skor CPI. Namun memutus relasi koruptif antara pejabat negara, pelayan publik, penegak hukum dan pebisnis menjadi salah satu kontribusi yang paling berdampak dalam mengurangi korupsi. Di sisi lain, pembenahan lembaga-lembaga politik harus dilakukan secara sungguh-sungguh.



2. GCB (Global Corruption Barometer)

GCB merupakan potret kinerja pemberantasan korupsi berdasarkan persepsi dan pengalaman masyarakat di masing-masing negara.

Hasil dari GCB 2017 memberikan gambaran bahwa korupsi masih terjadi dalam sektor layanan publik yang diselenggarakan negara. Ketika berinteraksi dengan layanan publik, lebih dari sepertiga masyarakat harus membayar suap. Polisi adalah layanan publik dengan suap tertinggi, diikuti dengan sektor administrasi dan kependudukan.
Dibandingkan dengan negara-negara Asia Pasifik lainnya, masyarakat di Indonesia paling positif menilai upaya pemerintah melawan korupsi. Lebih dari setengah responden mengatakan pemerintah bekerja lebih baik untuk memberantas korupsi. Selama tiga tahun terakhir, pengalaman masyarakat dengan layanan publik menunjukkan perbaikan.
Dalam survei Global Corruption Barometer yang disampaikan Transparency International (TI) Indonesia pada Maret 2017, DPRD menempati posisi ketiga sebagai lembaga terkorup di Tanah Air. Sekretaris Jenderal TI Indonesia, Dadang Trisasongko, mengungkapkan, DPRD memiliki persentase 47 persen, di bawah DPR (54 persen) dan birokrasi (50 persen).

3. BPI (Bride Payer Index)
Bribe payer index (BPI) merupakan hasil survei yang dilakukan secara berkala oleh Transparency International.
Transparency International meluncurkan bribe payer index tahun 2011. Hasilnya menempatkan Indonesia sebagai peringkat keempat terbawah negara yang paling banyak melakukan suap dalam transaksi bisnis di luar negeri.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Luky Djani, di Jakarta, kamis (3/11/2011), BPI 2011 memotret praktik suap yang dilakukan pelaku usaha terhadap penyelenggara negara di luar negara domisili kelompok usaha tersebut. Responden dari survei ini adalah pelaku bisnis dari 28 negara terpilih. Menurut Luky, para responden diminta untuk memberikan penilaian tentang seberapa sering mereka melakukan suap di negara-negara, di mana responden tersebut memiliki hubungan bisnis. Rentang penilaian antara 0-10.


4. PERC (Political Economic Risk Consultancy)
Berdasarkan survei yang dilakukan The Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC), Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia.
Pemeringkatan ini dilakukan PERC berdasarkan survei pada bulan Januari hingga Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia sebagai responden. Dalam survei tersebut, PERC menggunakan skala penilaian nol sampai 10, di mana semakin mendekati angka nol, maka negara tersebut semakin bersih dari korupsi.
Singapura dinilai sebagai negara terbersih dengan nilai 0,65. Diikuti Jepang dengan nilai 3,46 dan Hongkong dengan nilai 3,50. Sementara negara-negara yang dinilai memiliki tingkat korupsi tinggi adalah Taiwan dengan nilai 6,15, Korea Selatan 6,50, dan Malaysia 6,80.
Kemudian Thailand dengan nilai 7,20, China 7,68, India 8,63, Vietnam 8,65, dan Filipina 8,80. Sementara di urutan teratas sebagai negara terkorup adalah Indonesia dengan nilai 9,10.
Dengan pemeringkatan ini, Singapura, Jepang, dan Hongkong dinilai para pelaku usaha sebagai tempat yang paling bersih untuk berbisnis.
Isu korupsi bisa sangat merugikan bagi Indonesia. Oleh sebab itu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat dituntut untuk bisa menangani masalah korupsi ini, ungkap PERC yang telah melakukan survei pemeringkatan tersebut selama 18 tahun.
Menurut PERC, Presiden Yudhoyono terpilih oleh rakyat karena merasa sudah muak dengan pemerintahan sebelumnya yang penuh dengan korupsi.

5. TGCR (The Global Competitive Report)

World Economic Forum (WEF) dalam laporannya yang bertajuk Global Competitiveness Report 2019 menunjukkan, daya saing Indonesia turun lima peringkat dari 45 ke 50 sedunia. Penurunan peringkat ini tergambar dari turunnya skor Global Competitiveness Index (GCI) Indonesia sebesar 0,3 poin menjadi 64,6 poin. 

Indikator yang membuat menurunnya GCI Indonesia terjadi pada aspek kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, dan adopsi teknologi dan informasi (TIK). Di antara negara Asia Tenggara, penurunan skor hanya terjadi pada Indonesia dan Filipina.

Selasa, 10 Maret 2020

AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF


TELKOM VS ARIA WEST
PT Aria West International (Aria West) merupakan anak perusahaan dari PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), yang sekarang ini berubah namanya menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin).Latar Belakang Permasalahannya terdapat beberapa point yaitu :
1. Telkom dengan program WCO (World Class Operator) yang akan dicapai pada tahun 2001 merencanakan menambah  sst dari 2, 5 juta menjadi 9 juta
2. Sekitar 6,5 juta sst akan dilaksanakan melalui KSO di lima divisi dengan  menunjuk 5 (lima) mitra , yaitu:
a. Konsorsium Pramindo Ikat  è Paket I Sumatera 516.487 sst
b. Konsorsium 3A (Aria West Indonesia) è Paket II Jawa Barat  500.000 sst
c. Konsorsium MGTI è Paket III Jawa Tengah 400.000 sst
d. Konsorsium Daya Mitra Malindo è Paket IV Kalimantan 237.000 sst
e. Bukaka Sign Tel è Paket V Kawasan Indonesia Timur  403.000 sst
3. Masa berlaku KSO yang ditandatangani tanggal 20 Oktober  1995 adalah 15 tahun (1995-2010) dengan masa konstruksi 5 (lima) tahun
4. Pada bulan Juli tahun 1997 terjadi krisis moneter yang mengakibatkan Konsorsium Mitra Usaha mengalami masalah likuidasi dan insolvensi.
5.Bank-bank sindikasi tidak lagi bersedia membiayai investasi KSO, sehingga mitra usaha mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada Telkom
6.Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ditandatanganilah MOU pada tanggal 5 Juni 1998 dan berlaku untuk 2 (dua) tahun

Dengan latar belakang diatas timbul perselisihan antara Telkom dengan PT. Asia West yaitu
a.    Telkom mempermasalahkan Aria West dinilai tidak memiliki modal dan tidak melakukan transfer of technology
b.    Aria West menganggap Telkom melanggar kontrak induk karena tidak memberikan hak sepenuhnya kepada Aria West untuk mengelola KSO
Setelah MOU berakhir è Aria West tidak mau kembali pada KSO. Aria West menilai intervensi Telkom terlalu berlebihan terhadap manajemen KSO (1998- 1999) Aria West menghentikan pembayaran DTR dan MTR (April 2000). Telkom dan Aria West menandatangani Good Faith Interim Solutions Agreement pengangkatan general manager baru, pembenahan keuangan, penunjukan Pricewaterhouse Coopers untuk mengaudit Telkom Divisi Regional III JawaBarat (11 September 2000). Aria West melakukan terminasi perjanjian KSO dan melaporkannya ke Arbitrase Internasional di Jenewa (28 Maret 2001)

Pada tanggal 2 April 2001 Telkom melakukan pemutusan KSO dengan PT. Aria West secara sepihak dengan alasan selama 14 bulan Aria West belum membayar pendapatan minimum Telkom sebesar  Rp. 509 milyar. PT Aria West akhirnya menggugat Telkom melalui ICC (International Chamber of Commerce)  dan menuntut ganti rugi sebesar US$ 1,3 milyar.

Pada tanggal 1 Agustus 2003  Telkom selesaikan pembelian Aria West senilai US$ 167,77 juta setelah Aria West mencabut gugatannya di ICC dengan ketentuan sebagai berikut:
1) US$ 58,67 juta dibayar secara tunai (US$ 20 juta telah dibayarkan pada saat penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat pada bulan Mei 2002
  2) US$ 109,1 juta akan dibayar dengan promes (tanpa bunga) dalam 10 kali angsuran untuk tiap semester
3) Telkom menilai aset Aria West sebesar US$ 160 juta – 180 juta
4) Aria West yang merupakan perusahaan gabungan Artimas Kencana Murni (52,5%), AT&T (35%) dan Asia Infrastructure Fund (12,5%) telah membangun 290 sst

Selasa, 19 November 2019

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


STRATEGI TEPAT UNTUK PENGEMBANGAN SDM BERKUALITAS DI PERUSAHAAN
Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dilakukan di era globalisasi seperti sekarang ini. Pengembangan SDM dilakukan untuk membentuk personal yang berkualitas dengan keterampilan, kemampuan kerja, dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi. Strategi pengembangan SDM tidak hanya melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya.

1.Pelatihan


Pelatihan dapat dilakukan dengan mengembangkan individu dalam bentuk peningkatan keterampilan, pengetahuan dan sikap. Pelatihan tidak hanya berguna untuk karyawan, tapi juga perushaan. Di mana, perusahaan tidak akan berkembang jika karyawannya tidak memiliki keterampilan dan minat kerja yang tinggi. Melalui pelatihan inilah, perusahaan dapat menggali potensi karyawannya dengan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki.

2.Pendidikan
Pengembangan SDM melalui pendidikan dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan kerja, dalam arti pengembangan yang bersifat formal dan berkaitan dengan karir mereka.


3. Pembinaan
Pembinaan dapat dilakukan dengan mengatur dan membina manusia sebagai sub-sistem organisasi melalui program-program perencana dan penilaian, seperti manpower planning, performance apparaisal, job analytic, job classification, dan lain-lain.


4. Recruitment
Recruitment dapat dilakukan untuk memperoleh SDM sesuai klasifikasi kebutuhan perusahaan sebagai salah satu alat organisasi dalam pembaruan dan pengembangan.

5. Perubahan Sistem
Perubahan sistem dilakukan untuk menyesuaikan sistem dan prosedur organisasi sebagai jawaban untuk mengantisipasi ancaman dan peluang faktor eksternal.

6. Kesempatan
Memberikan kesempatan pada karyawan untuk menyalurkan ide dan gagasannya. Dengan begitu, karyawan akan lebih berkontribusi dalam mengembangkan perusahaan. Hal ini juga bisa membuat karyawan merasa lebih dihargai dan dapat membuat mereka lebih berkembang.

7. Penghargaan
Memberikan penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi merupakan salah satu strategi pengembangan SDM. Dengan begitu, karyawan lain akan termotivasi untuk menjadi lebih baik, dan berdampak besar dalam perkembangan perusahaan.


Daftar Pustaka : www.jurnal.id

Sabtu, 02 November 2019

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

 PT. GUDANG GARAM, Tbk.
FUNGSI MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA


4EB06
KELOMPOK 4 :
1. Agnes Cinthia Natasha
2. Ferdi Adha Apriansyah
3. Gisela Dayrainsky
4. Mega Putriyani
5. M. Idzar Al Ghifari
6. Rocky Immanuel Sihombing

PERENCANAAN (PLANNING) PADA PT. GUDANG GARAM Tbk

PT. Gudang Garam Tbk. merupakan salah satu produsen rokok kretek terkemuka yang menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia, memproduksi lebih dari 70 miliar batang rokok pada tahun 2001 dan dikenal sebagai produsen rokok kretek yang bermutu tinggi. Dilihat dari asset yang dimiliki, nilai penjualan, pembayaran pita cukai dan pajak kepada Pemerintah Indonesia serta jumlah karyawan, PT Gudang Garam Tbk merupakan perusahaan terbesar dalam industri rokok kretek di Indonesia. PT Gudang Garam Tbk telah mencatatkan sebagian saham-sahamnya di lantai bursa.






Dalam mengamati perkembangan ekonomi dunia dapat di lihat bahwa kesan era globalisasi saat ini telah berhasil menggerakan proses ekonomi dunia, yang menjangkau berbagai bidang ekonomi. Di tandai nya dengan era globalisasi ekonomi ini merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdangaan dimana Negara-negara di seluruh dunia menjadi kekuatan pasar yang semakin terintergrasi, dengan tanpa rintanggan batas teritorial Negara.globalisasi menuntut adanya daya saing dalam dunia usaha, dalam globalisasi yang menyangkut dalam hubungan nasional dan internasional akan terjadinya pesaingan antar Negara. Saat ini perkembangan dunia usaha semakin maju, yang menimbulkan persaingan antara perusahaan pun semakin ketat, sehingga perusahaan pun dituntut untuk dapat mengembangkan inovasi, meningkatkan kinerja serta melakukan perluasan bisnis sehingga dapat meningkatkan kemampuan bersaing demi kelangsungan hidup perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk bersaing dalam dunia bisnis dapat dinilai dari kinerja perusahaan itu sendiri. Perusahaan dengan kinerja yang baik dan terus menerus meningkat tentunya dapat terus bertahan dalam lingkungan industrinya, oleh karena itu perusahaan perlu untuk menganalisis kinerja perusahaan, baik secara keuangan maupun non-keuangan. Sumber daya manusia juga merupakan salah satu faktor kunci dalam kemajuan perusahan, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki ketrampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Keberhasilan perusahaan akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia. Selain tenaga kerja keberhasilan perusahaan pun akan mampu memanfaatkan informasi atau telekomunikasi yang saat ini digunakan untuk mempermudah proses produksi yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Perkembangan telekomunikasi akan dengan cepat memberikan informasi pasar kepada masyarakat seluruh dunia melalui media masa, media cetak dan lain-lain.  



Jumat, 04 Oktober 2019

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

PT. SURYA MADISTRINDO
(ANAK PT. GUDANG GARAM, Tbk.)
DIREKTORAT PEMASARAN
UNIVERSITAS GUNADARMA


4EB06
KELOMPOK 4 :
1. Agnes Cinthia Natasha
2. Ferdi Adha Apriansyah
3. Gisela Dayrainsky
4. Mega Putriyani
5. M. Idzar Al Ghifari
6. Rocky Immanuel Sihombing

PT. GUDANG GARAM Tbk

DIREKTORAT PEMASARAN
Direktorat Pemasaran bertanggung jawab dalam memasarkan dan mendistribusikan hasil produksi. PT. Surya Madistrindo adalah salah satu anak dari PT. Gudang Garam yang bertugas dalam bidang pendistribusian produk dari PT. Gudang Garam Tbk.
PT. SURYA MADISTRINDO



JOB DESCRIPTION
v  Regional Manager
Adapun tugas dari Regional Manager adalah :
1.    Regional Manager memiliki ruang lingkup yang memimpin PT. Surya Madistrindo di wilayah bagian Jawa Barat seperti Bandung, Tasikmalaya, Subang, dan Sukabumi dengan menerbitkan kebijakan – kebijakan dalam perusahaan PT. Surya Madistrindo.
2.    Memilih, menetapkan mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (area manager).
3.    Menyetujui anggaran tahunan perusahaan PT. Surya Madistrindo area Jawa Barat.
4.    Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja PT.Surya Madistrindo.

v  Area Manager
Adapun tugas dari Area Manager adalah :
1.   Merencanakan, mengorganisasikan, menyusun personalia, penggerakkan, dan pengawasan dari kegiatan – kegiatan pendistribusian produk PT. Surya Madistrindo di area Bandung.
2.   Memutuskan perencanaan untuk mencapai keinginan yang ingin dicapai sesuai dengan visi dan misi yang ada pada PT. Surya Madistrindo di area Bandung.
3.   Memantau rencana, yang mungkin membutuhkan perubahan tergantung apa yang terjadi dari semua kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pendistribusian PT. Surya Madistrindo di area Bandung.

v  Consumer Marketing SPV
Adapun tugas dari Consumer Marketing SPV adalah :
1.       Pembuatan Event
Pembuatan event adalah kegiatan marketing dalam usaha mengkomunikasikan produk Gudang Garam dengan cara mengadakan event-event untuk menarik perhatian massa atau konsumen untuk lebih sadar akan merek produk Gudang Garam. Biasanya kegiatan event ini diadakan dengan pergelaran acara musik gratis,dan menghibur massa dengan bintang tamu yang terkenal.
2.       Mengadakan Mobile Direct Selling
Mobile Direct Selling adalah kegiatan dari marketing untuk mengkomunikasikan produk dari Gudang Garam serta mendistribusikan produk melalui Sales Promotion Girl kepada konsumen secara langsung.
3.       Mengawasi serta memberi kebijakan – kebijakan dari kegiatan – kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti Event dan Mobile Direct Selling.
4.       Membuat laporan dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kegiatan consumer marketing.
v  Trade Marketing SPV
Adapun tugas dari Trade Marketing SPV adalah :
1.       Awareness
Awareness adalah indikator yang menunjukkan tingkat popularitas merek dihadapan target konsumen sebagai hasil komunikasi merek yang sistematis. Makin tinggi awareness target konsumen terhadap suatu produk maka akan makin dikenal produk tersebut. Untuk meningkatkan penjualan, para pemasar perlu membangun awareness produk kepada masyarakat. Untuk meningkatkan awareness kepada konsumen, maka marketing PT. Surya Madistrindo melakukan beberapa kegiatan seperti memberikan perhatian khusus kepada toko – toko (outlet) yang bekerja sama dengan PT. Surya Madistrindo dalam menjual produk dari Gudang Garam. Adapun kegiatan untuk meningkat awareness tersebut, sebagai berikut :
·         Blocking Display
Blocking Display adalah program pemajangan penataan produk Gudang Garam di etalase khusus penyimpanan rokok, dengan tujuan agar membatasi tampilan rokok kompetitor yang dipajang sehingga produk Gudang Garam lebih terlihat oleh konsumen sehingga meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk.
·         Panel Toko
Panel Toko adalah kegiatan pemasangan papan nama toko kepada toko yang bekerja sama dengan PT. Surya Madistrindo.
2.       Pemerataan rokok
Pemerataan rokok merupakan kegiatan marketing dimana produk dari Gudang Garam dapat disebarkan secara merata di toko – toko. Minimal adanya dua bungkus rokok produk Gudang Garam dalam satu toko. Adapun kegiatan dari pemerataan rokok tersebut, seperti :
·         Distribution Drive
Distribution   Drive   adalah  kegiatan   yang   memfokuskan pendistribusian produk dari Gudang Garam untuk meningkatkan profit bagi perusahaan.
·         Tukar Cangkang ( TKCK)
Tukar cangkang adalah kegiatan yang dilakukan oleh marketing bagian Trade Promotion dengan membeli cangkang (bungkus) rokok yang kosong dengan harga Rp.1000 / cangkang. Tukar cangkang ini dilakukan untuk mendaur ulang cangkang dalam kegitan produksi.
3.       Mengawai serta member kebijakan – kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan – kegiatan tersebut.
v  Sales SPV SA
Adapun tugas dari Sales SPV SA adalah :
1.    Mengatur alur distribusi barang sampai ke tangan sub agen,
2.    Mengatur penjadwalan dan pengaturan kendaraan operasional yang digunakan untuk kegiatan pendistribusian barang. Dimana sub agen yang dimaksud adalah grosir.
3.    Membuat laporan secara keseluruhan yang telah dilaporkan oleh sales SA dari kegiatan pendistribusian di sub agen.

v  Sales Retail SPV. I Bandung Tengah
Adapun tugas dari Sales Retail SPV. I Bandung Tengah adalah :
1.    Mengatur pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Tengah.
2.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
3.    Membuat laporan dari keseluruan salesman PC.

v  Sales Retail SPV. II Bandung Selatan
Adapun tugas dari Sales Retail SPV. I Bandung Selatan adalah :
1.    Mengatur pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Selatan.
2.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
3.    Membuat laporan dari keseluruan salesman PC.

v  Sales Retail SPV. III Bandung Timur
Adapun tugas dari Sales Retail SPV. I Bandung Timur adalah :
1.    Mengatur pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Timur.
2.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
3.    Membuat laporan dari keseluruan salesman PC.

v  Sales Retail SPV. IV Bandung Barat
Adapun tugas dari Sales Retail SPV. I Bandung Barat adalah :
1.    Mengatur pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Barat.
2.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
3.    Membuat laporan dari keseluruan salesman PC.
v  Sales Retail SPV. V Bandung Utara
Adapun tugas dari Sales Retail SPV. I Bandung Utara adalah :
1.    Mengatur pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Utara.
2.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
3.    Membuat laporan dari keseluruan salesman PC.

v  Administrasi SPV
Adapun tugas dari Administrasi SPV adalah :
1.    Membuat layanan administrasi kepada area manager.
2.    Mengawasi keluar masuknya surat di dalam PT. Surya Madistrindo yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.
3.    Memperhatikan dan mempersiapkan segala kebutuhan dan pengadaan alat – alat kantor perusahaan.
4.    Membuat perkiraan biaya tahunan yang berkaitan dengan kegiatan administrasi perusahaan untuk menjadi bahan acuan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan keuangan.
5.    Melakukan pembukuan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku dari hasil penjualan rokok – rokok dari seluruh kegiatan yang ada.
6.    Melakukan pembukuan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaki dari biaya yang digunakan untuk mengadakan kegiatan seperti event dan lainnya.
7.    Membuat pembukuan dari keseluruhan keuangan yang telah dilaporkan oleh admin.

v  Gudang SPV
Adapun tugas dari Gudang SPV adalah :
1.    Mencatat dan membuat laporan keluar masuknya barang ke gudang, seperti merchandise, rokok, seragam, dan sebagainya.
2.    Memperhatikan dan mengawasi keberadaan barang yang berada di gudang.
3.    Meretur rokok – rokok yang sudah kadaluarsa ke gudang pusat.

v  Merchandiser
Adapun tugas dari Merchandiser adalah :
1.    Memajang / mendisplay, merapihkan, dan menata produk Enesis Group sesuai standar display dari perusahaan.
2.    Menjaga kebersihan produk dan pajangan.
3.    Menjalankan semua program promosi dari perusahaan.
4.    Merchandising ke outlet yang telah ditentukan oleh perusahaan.
5.    Membantu menjaga stock dan memperlebar jumlah Shelving di outlet Hypermarket, Supermarket, & Minimarket.
6.    Membuat laporan hasil pekerjaan yang ditentukan oleh perusahaan.
v  Sales SA/ Droping
Adapun tugas dari Sales SA adalah :
1.    Melakukan distribusi barang sampai ke tangan sub agen. Dimana sub agen yang dimaksud adalah grosir.
2.    Mencatat keluar masuknya barang – barang yang ada di sub agen.

v  Sales SO
Adapun tugas dari Sales SO adalah:
1.    Melakukan distribusi barang sampai ke tangan sub agen. Dimana sub agen yang dimaksud adalah special outlet ( SO ), dan yang termasuk dari SO adalah minimarket independent, hotel, restaurant, dan cafe.
2.    Mencatat keluar masuknya barang – barang yang ada di sub agen.

v  Salesman PC
Adapun tugas dari Salesman PC adalah :
1.    Melakukan pendistribusian barang sampai ke tangan retailer atau pengecer / toko biasa pada wilayah Bandung Utara yang telah ditentukan dan diatur oleh sales retail pada wilayah masing - masing.
2.    Mencatat keluar masuknya barang di retailer.
3.    Membuat laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

v  Admin
Adapun tugas dari Admin adalah :
1.       Memperhatikan dan mempersiapkan segala kebutuhan dan pengadaan alat – alat kantor perusahaan.
2.       Membuat perkiraan biaya tahunan yang berkaitan dengan kegiatan administrasi perusahaan untuk menjadi bahan acuan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan keuangan.
3.       Melakukan pembukuan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku dari hasil penjualan rokok – rokok dari seluruh kegiatan yang ada.
4.       Melakukan pembukuan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaki dari biaya yang digunakan untuk mengadakan kegiatan seperti event dan lainnya.
v  Warehouse
Adapun tugas dari Warehouse adalah :
1.    Membantu Gudang SPV dalam mengawasi serta mencatat keluar masuknya barang di gudang.
2.    Menjaga serta mengontrol keberadaan barang agar tidak rusak.
3.    Menyiapkan rokok yang akan didistribusikan oleh salesman sesuai dengan permintaan salesman.

v  Helper / Checker
Adapun tugas dari helper / checker adalah :
1.    Membantu warehouse dalam mencatat keluar masukna barang di gudang.
2.    Menjaga serta mengontrol keberadaan barang agar tidak rusak.
3.    Mengangkatkan rokok yang telah disiapkan oleh warehouse dan akan didistribusikan oleh salesman sesuai dengan permintaan salesman.

v  Ass MD ( Asisten Merchandiser )
Adapun tugas dari Ass MD adalah :
1.       Menjadi supir MD saat melakukan kegiatan – kegiatan dari trade promotion.
2.       Membantu kelancaran MD dalam melakukan kegiatan – kegiatan trade promotion seperti blocking display, shop blind with name dan panel toko.

v  Driver
Adapun tugas dari driver adalah :
Driver memiliki tugas untuk menyetirkan mobil untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh sales dalam mendistribusikan rokok maupun staf – rokok ke berbagai tempat. Salah satunya adalah outlet.

v  Mekanik dan Driver Operational
Adapun tugas dari mekanik dan driver operational adalah :
mengawasi dan memperhatikan keadaan kendaraan yang digunakan untuk beroperasi dalam melakukan kegiatan – kegiatan para staf PT. Surya Madistrindo.

v  Divisi Marketing
Adapun tugas utama dari Divisi Marketing sebagai berikut :
1.    Memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat melalui produk perusahaan, sebagai kegiatan promosi.
2.    Menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara menjual produk perusahaan.
3.    Menjalin hubungan baik dengan konsumen atau masyarakat serta menjadi jembatan antara perusahaan dan lingkungan eksternal, sebagai kegiatan marketing komunikasi.
1.    Melakukan penyerapan informasi dan menyampaikan kepada perusahaan tentang segala sesuatu yang bermanfaat untuk mendukung peningkatan kualitas dan penjualan produk, sebagai kegiatan riset atau pengembangan perusahaan.

v  Trade Promotion
Adapun tugas utama dari Trade Promotion sebagai berikut :
1.   Awareness
Awareness adalah indikator yang menunjukkan tingkat popularitas merek dihadapan target konsumen sebagai hasil komunikasi merek yang sistematis. Makin tinggi awareness target konsumen terhadap suatu produk maka akan makin dikenal produk tersebut. Untuk meningkatkan penjualan, para pemasar perlu membangun awareness produk kepada masyarakat. Untuk meningkatkan awareness kepada konsumen, maka marketing PT. Surya Madistrindo melakukan beberapa kegiatan seperti memberikan perhatian khusus kepada toko – toko (outlet) yang bekerja sama dengan PT. Surya Madistrindo dalam menjual produk dari Gudang Garam. Adapun kegiatan untuk meningkat awareness tersebut, sebagai berikut :
·         Blocking Display
Blocking Display adalah program pemajangan penataan produk Gudang Garam di etalase khusus penyimpanan rokok, dengan tujuan agar membatasi tampilan rokok kompetitor yang dipajang sehingga produk Gudang Garam lebih terlihat oleh konsumen sehingga meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk. Contoh Blocking Display:

Sumber : Arsip Dokumen PT. Surya Madistrindo tahun 2011
·         Shop Blind With Name
Shop Blind With Name adalah kegiatan pemasangan spanduk produk Gudang Garam di toko yang bekerja sama dengan PT. Surya Madistrindo dengan menyertakan nama nama tokoknya. Contoh Shop Blind With Name:
 Sumber : Arsip Dokumen PT. Surya Madistrindo tahun 2011
·         Panel Toko
Panel Toko adalah kegiatan pemasangan papan nama toko kepada toko yang bekerja sama dengan PT. Surya Madistrindo. Contoh Panel Toko :
Sumber : Arsip Dokumen PT. Surya Madistrindo tahun 2011
2.   Pemerataan rokok
Pemerataan rokok merupakan kegiatan marketing dimana produk dari Gudang Garam dapat disebarkan secara merata di took- toko. Minimal adanya dua bungkus rokok produk Gudang Garam dalam satu toko.
 Adapun kegiatan dari pemerataan rokok tersebut, seperti :
·         Distribution Drive
Distribution Drive  adalah  kegiatan yang   memfokuskan pendistribusian produk dari Gudang Garam untuk meningkatkan profit bagi perusahaan.
·         Tukar Cangkang ( TKCK)
Tukar cangkang adalah kegiatan yang dilakukan oleh marketing bagian Trade Promotion dengan membeli cangkang (bungkus) rokok yang kosong dengan harga Rp.1000 / cangkang. Tukar cangkang ini dilakukan untuk mendaur ulang cangkang dalam kegitan produksi.
v  Consumer Promotion
Adapun tugas utama dari Consumer Promotion sebagai berikut :
1.       Pembuatan Event
Pembuatan event adalah kegiatan marketing dalam usaha mengkomunikasikan produk Gudang Garam dengan cara mengadakan event-event untuk menarik perhatian massa atau konsumen untuk lebih sadar akan merek produk Gudang Garam. Biasanya kegiatan event ini diadakan dengan pergelaran acara musik gratis,dan menghibur massa dengan bintang tamu yang terkenal.
2.       Mengadakan Mobile Direct Selling
Mobile Direct Selling adalah kegiatan dari marketing untuk mengkomunikasikan produk dari Gudang Garam serta mendistribusikan produk melalui Sales Promotion Girl kepada konsumen secara langsung.


daftar pustaka :https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/550/jbptunikompp-gdl-christhysi-27499-2-unikom_c-i.pdf