MINGGU 12
Terdapat 7 teknik audit, jelaskan
masing-masing teknik tersebut :
1. Memeriksa
fisik - physical examination
Memeriksa
fisikphysical examination lazimnya di artikan sebagai penghitungan uang tunai
baik dalam rupiah atau asing, kertas berharga, persediaan barang, asset tetap,
barang berwujud dan lainya.Untuk audit investigatif penulis tidak membedakan
pemeriksaan fisik dan pengamatan. Dalam kedua taknik ini investigator menggunakan
indranya untuk mengetahui atau memahami sesuatu.
2. Meminta
konfirmasi – confirmation
Meminta
informasi baik lisan maupun tertulis
kepada audit. Merupakan prosedur yang biasa dilakukan auditor. Sepeti dalam
audit, juga dalam audit investigatif. Permintaan informasi juga harus
dibarengi. Diperkuat atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain.
Meminta konfirmasi adalah meminta pihak lain (dari yang diaudit
investigatif) untuk menegaskan kebenaran atau ketidak benaran suatu informasi.
3. Memeriksa
dokumen – documentation
Tidak
ada investigatif tanpa pemeriksaan dokumen. Hanya saja dengan kemajuan
teknologi, definisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah,
disimpan dan dipindahkan secara elektronik.
4. Riview analitikal - analyic
review atau analitycal review
Dalam
review analitikal yang penting bukanlah perangkat lukannya tetapi
semangatnya.ada bermacam-macam variasi dari teknik review analitikal, namun
semuanya didasarkan atas perbandingan antara apa yng dihadapi dengan apa yang
layaknya harus terjadi, dan harus menjawab sebabnya kesenjangan.
5. Meminta
informasi lisan atau tertulis dari auditee (inquiries of the auditee)
Permintaan informasi meliputi permintaan keterangan secara lisan atau
tertulis oleh auditor. Permintaan informasi tersebut
biasanya ditujukan kepada manajemen atau karyawan, umumnya berupa
pertanyaan-pertanyaan yang timbul setelah dilaksanakannya prosedur analitis
atau permintaan keterangan yang berkaitan dengan keusangan persediaan atau
piutang yang dapat ditagih. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada
pihak eksteren, seperti permintaan keterangan langsung kepada penasehat hokum
klien tentang kemungkinan hasil litigasi. Hasil permintaan keterangan dapat
berupa bukti lisan atau bukti dalam bentuk representasi tertulis.
6. Menghitung
kembali – reperformance
Dua aplikasi yang paling umum dari perhitungan adalah
perhitungan fisik sumber daya berwujud seperti jumlah kas dan persediaan yang
ada, dan akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak. Yang
pertama menyediakan cara untuk mengevaluasi bukti fisik tentang jumlah yang
ada, sedangkan yang kedua dapat dipandang sebagai penyediaan cara untuk
mengevaluasi pengendalian internal perusahaan melalui bukti yang objektif
tentang kelengkapan catatan akuntansi. Teknik perhitungan ini menyediakan bukti
audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk
memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan
konteks ekonomi dari prosedur perhitungan.
7. Mengamati
– observation
Pengamatan (observing)
berkaitan dengan memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan beberapa kegiatan
atau proses. Kegiatan dapat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu
seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan
tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
Pengamatan terutama penting untunk memperoleh pemahaman atas pengendalian
internal. Auditor juga dapat mengamati kecermatan seorang karyawan klien dalam
melaksanakan pemeriksaan tahunan atas fisik persediaan. Pengamatan yanf
terakhir ini memberikan peluang untuk membedakan antara mengamati dan
menginspeksi.
Apa yang dimaksud dengan :
1.
Net
worth method
Net Worth Method
adalah metode yang digunakan untuk menelusuri penghasilan yang belum dilaporkan
oleh wajib pajak. untuk audit investigatif pajak, ingin membuktikan (1)adanya PKP yang belum dilaporkan oleh Wajib Pajak.
Untuk organized crime yang ingin dibuktikan adalah (2)terdapatnya
penghasilan yang tidak sah, melawan hukum, atau illegal income.
2.
Expenditure method
Expenditure Method adalah metode yang jejak-jejak
arus uang.Expenditure
method dimaksudkan
untuk menentukan unreported taxable income. Unreported taxable
income lebih cocok untuk para Wajib Pajak yang tidak mengumpulkan harta
benda, tetapi mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar (mewah). Lih tabel 14.3 Rumus untuk menghitung illegal income
(ii) dengan EM lebih sederhana daripada perhitungan Unreported taxable
income, yaitu :
ii = expenditures – penghasilan dari legal sources.