BISNIS INTERNASIONAL
“Persaingan
Bangladesh dan Cina Dalam Perdagangan Tekstil”
Bisnis
internasional adalah kegiatan transaksi bisnis diantara dua negara atau lebih
dengan mencakup kegiatan antar pemerintah maupun perusahaan swasta (Ricky W. Griffin dan Michael W. Pustay, 2012). Kegiatan tersebut merupakan salah satu peran penting dalam menjaga
kelangsungan hidup suatu negara. Hal tersebut dapat dijaga dengan melakukan
perdagangan antar negara. Dengan berdagang, suatu negara dapat mengekspor
produk. Produk yang diekspor harus memiliki kualitas baik dan harga yang sesuai
dengan pasar. Hal itu menyebabkan munculnya persaingan antar negara pengekspor.
Persaingan
ini terjadi antara Bangladesh dan Cina dalam mengekpor produk tekstil. Kedua
negara tersebut menjadikan Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai pasar impor
mereka. Pada saat MFA (Multi-Fiber Agreement) menentukan jumlah kuota produk
tekstil setiap negara pengekspor, terjadi penahanan produk tekstil terhadap
beberapa negara. Negara cina menjadi salah satu negara yang ditahan. Hal itu
membuat jumlah kuota produk yang diekspor menjadi turun. Namun, penentuan
jumlah kuota tersebut mampu dimanfaatkan oleh Negara Bangladesh. Dengan
dibuktikan ekspor produk tekstil dari Negara Bangladesh naik dari 2006 hingga
2008.
Peningkatan
jumlah ekspor produk tekstil yang dialami Negara Bangladesh, membawa keuntungan
bagi Negara Bangladesh. Keuntungan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang tidak dimiliki oleh Negara Cina. Pertama, biaya tenaga kerja Negara
Bangladesh lebih rendah yang hampir setengah upah minimum di Negara Cina.
Kedua, memiliki jaringan baik dengan pemasok bahan bagi produsen. Ketiga, Negara
Bangladesh menjadi andalan bagi importir barat. Sehingga menjadikan importir
barat tidak bergantung kepada Negara Cina.
- Griffin, R. W., & Pustay, M. W. (2012). International business. Pearson Higher Ed.
- Hill,Charles W.L, Chow-How Wee dan Udayasankar, Krishna. 2014. Bisnis Internasional. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar