Minggu, 28 Juni 2020

AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF

MINGGU 12

Terdapat 7 teknik audit, jelaskan masing-masing teknik tersebut :

1.      Memeriksa fisik - physical examination
Memeriksa fisikphysical examination lazimnya di artikan sebagai penghitungan uang tunai baik dalam rupiah atau asing, kertas berharga, persediaan barang, asset tetap, barang berwujud dan lainya.Untuk audit investigatif penulis tidak membedakan pemeriksaan fisik dan pengamatan. Dalam kedua taknik ini investigator menggunakan indranya untuk mengetahui atau memahami sesuatu.

2.      Meminta konfirmasi – confirmation
Meminta informasi baik lisan maupun  tertulis kepada audit. Merupakan prosedur yang biasa dilakukan auditor. Sepeti dalam audit, juga dalam audit investigatif. Permintaan informasi juga harus dibarengi. Diperkuat atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain. Meminta konfirmasi adalah meminta pihak lain (dari yang diaudit investigatif) untuk menegaskan kebenaran atau ketidak benaran suatu informasi.

3.      Memeriksa dokumen – documentation
Tidak ada investigatif tanpa pemeriksaan dokumen. Hanya saja dengan kemajuan teknologi, definisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah, disimpan dan dipindahkan secara elektronik.

4.      Riview analitikal - analyic review atau analitycal review
Dalam review analitikal yang penting bukanlah perangkat lukannya tetapi semangatnya.ada bermacam-macam variasi dari teknik review analitikal, namun semuanya didasarkan atas perbandingan antara apa yng dihadapi dengan apa yang layaknya harus terjadi, dan harus menjawab sebabnya kesenjangan.

5.      Meminta informasi lisan atau tertulis dari auditee (inquiries of the auditee)
Permintaan informasi meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Permintaan informasi tersebut biasanya ditujukan kepada manajemen atau karyawan, umumnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang timbul setelah dilaksanakannya prosedur analitis atau permintaan keterangan yang berkaitan dengan keusangan persediaan atau piutang yang dapat ditagih. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada pihak eksteren, seperti permintaan keterangan langsung kepada penasehat hokum klien tentang kemungkinan hasil litigasi. Hasil permintaan keterangan dapat berupa bukti lisan atau bukti dalam bentuk representasi tertulis.

6.      Menghitung kembali – reperformance
Dua aplikasi yang paling umum dari perhitungan adalah perhitungan fisik sumber daya berwujud seperti jumlah kas dan persediaan yang ada, dan akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak. Yang pertama menyediakan cara untuk mengevaluasi bukti fisik tentang jumlah yang ada, sedangkan yang kedua dapat dipandang sebagai penyediaan cara untuk mengevaluasi pengendalian internal perusahaan melalui bukti yang objektif tentang kelengkapan catatan akuntansi. Teknik perhitungan ini menyediakan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi dari prosedur perhitungan.

7.      Mengamati – observation
Pengamatan (observing) berkaitan dengan memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan beberapa kegiatan atau proses. Kegiatan dapat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan. Pengamatan terutama penting untunk memperoleh pemahaman atas pengendalian internal. Auditor juga dapat mengamati kecermatan seorang karyawan klien dalam melaksanakan pemeriksaan tahunan atas fisik persediaan. Pengamatan yanf terakhir ini memberikan peluang untuk membedakan antara mengamati dan menginspeksi.


Apa yang dimaksud dengan :
1.             Net worth method
Net Worth Method adalah metode yang digunakan untuk menelusuri penghasilan yang belum dilaporkan oleh wajib pajak. untuk audit investigatif pajak, ingin membuktikan (1)adanya  PKP yang belum dilaporkan oleh Wajib Pajak. Untuk organized crime yang ingin dibuktikan adalah (2)terdapatnya penghasilan yang tidak sah, melawan hukum, atau illegal income.

2.             Expenditure method
Expenditure Method adalah metode yang jejak-jejak arus uang.Expenditure method dimaksudkan untuk menentukan unreported taxable income. Unreported taxable income lebih cocok untuk para Wajib Pajak yang tidak mengumpulkan harta benda, tetapi mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar (mewah). Lih tabel 14.3 Rumus untuk menghitung illegal income (ii) dengan EM lebih sederhana daripada perhitungan Unreported taxable income, yaitu :
ii = expenditures – penghasilan dari legal sources.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar